Pengalaman Jualan di Etsy dan Cara Jualan di Etsy Pertama Kali Part 1

Selamat datang di AwResume. Kali ini, saya akan menceritakan bagaimana perjalanan dan pengalaman jualan di Etsy. Sebelumnya, saya sudah menuliskan beberapa artikel tentang berjualan online ke luar negeri, yang saya tuliskan adalah berjualan melalui Marketplace Etsy.

Daftar Isi

Pengalaman Jualan di Etsy

Prolog

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya, silahkan disimak tuisan penting di bawah ini.

Etsy merupakan tempat berjualan ke luar negeri yang cukup “Menggiurkan” karena jika kita lihat, harga barang-barang yang dijual di Etsy sangatlah tinggi jika dijual di Indonesia. Sebagai contoh, sebuah masker kain di Indonesia bisa kita dapatkan mulai dari harga dua ribu rupiah saja. Bahkan, rata-rata harga masker kain jika kita lihat di marketplace Indonesia seperti Shoee dan Tokopedia, hanya kisaran di bawah sepuluh ribu rupiah. Itu untuk masker dengan penjualan yang tinggi ya.

Lalu, bagaimana harga barang di Etsy?

Sebelumnya, saya mengatakan harga di Etsy lebih tinggi daripada di Indonesia. Memang benar, karena target market mereka adalah orang-orang luar negeri yang notabene biaya hidup dan penghasilannya jauh lebih tinggi dibanding kita di Indonesia. Kembali ke harga masker, setelah saya cek ke Etsy, bisa ditemukan harga masker di kisaran $5 sampai $10. Kalau dirupiahkan bisa mulai dari tujuh puluh ribuan hingga ratusan ribu. Benar-benar fantastis bukan?

Bayangkan saja.

Kita beli masker di Indonesia, anggaplah yang kualitasnya bagus, tiga lapis, ada kawat hidungnya, sekitar sepuluh ribuan. Lalu, kita jual masker tersebut di Etsy dengan harga 10 dollar misalnya, atau sekitar seratus empat puluh ribu rupiah, berapa untung yang kita dapat? “SERATUS TIGA PULUH RIBU RUPIAH”. Mencengangkan bukan? Apalagi, umumnya orang membeli masker lebih dari satu, misalnya saja dua masker. Untungnya? Mantap!

Lalu sekarang, kenapa saya kasih contoh masker?

Karena, jika kita seorang pemula, tentu kita ingin mencari tahu barang apa yang paling laku saat ini di Etsy. Karena, di pikiran kita, semakin banyak yang terjual, berarti peminatnya sangat banyak. Kebetulan, saat ini, terutama di masa pandemi ini, salah satu yang paling laku dan banyak terjual adalah Masker Kain. Apa lagi, yang paling menggiurkan adalah, harga masker kain di Indonesia sangat murah, bahkan bisa kita buat sendiri dengan modal membeli kain, sedangkan harga jual di Etsy sangat tinggi. Apalagi peminatnya lagi banyak, di pikiran kita minimal seminggu barang kita sudah laku, sebulan laku keras, tiga bulan udah sampai $1.000 penghasilan kita.

Menguntungkan? Sangat menguntungkan.

Namun, teman-teman… Sayang sekali hal tersebut tidak berlaku bagi banyak orang, mungkin juga termasuk saya.

Baca Juga: Cara Jualan di Etsy 

Pengalaman Jualan di Etsy

Setelah teman-teman membaca tulisan di atas, tentu rasanya sangat bahagia jika teman-teman berada dalam posisi “Untung” seperti itu. Namun, sekali lagi saya tegaskan, tidak semua orang bisa seperti itu dengan cepat dan modal yang sedikit.

Saya akan ceritakan pengalaman saya mencoba berjualan di Etsy. Sebelumnya, saya telah memberikan contoh barang berupa masker. Mungkin memang benar, beberapa waktu yang lalu, masker sangat laku dan dicari di Etsy. Namun, teman-teman, pandemi ini tidak berlangsung lama. Masing-masing negara di dunia berupaya menekan angka kasus Covid-19 melalui berbagai cara. Selain itu, hampir seluruh manusia di Bumi saat ini telah memiliki masker dengan berbagai motif yang menarik. Produsen masker terdekat pun berlomba-lomba membuat masker yang menarik. Tentu, orang akan lebih tertarik membeli masker terdekat dengan asumsi biaya yang lebih murah.

Kenapa sekali lagi saya beri contoh masker? Karena, pertama kali saya tertarik berjualan di Etsy adalah untuk menjual masker. Melihat kondisi seperti yang saya tuliskan sebelumnya, masker adalah benda paling menarik.

Progres yang telah saya lakukan sebelum memulai berjualan masker di Etsy di antaranya:

  • Menganalisi penjualan masker dan harga di Etsy. Hal ini penting untuk melihat saingan yang ada, dari mana mereka berasal, berapa jumlah terjual, berapa harganya.
  • Mencari supplier masker terdekat dengan harga murah. Saya sudah mencoba menghubungi beberapa penjahit masker yang memiliki harga menarik.
  • Menganalisis keuntungan yang akan saya dapat jika menjual dengan harga tersebut dengan perhitungan yang ada di Etsy.
  • Berandai-andai masker saya laku keras. Haha.

Namun, setelah saya rasa cukup analisis saya, sudah dapat keuntungan yang mungkin, saya membatalkan rencana saya untuk berjualan masker.

BACA JUGA: Ide Barang yang Bisa Dijual di Etsy

Alasan saya membatalkan jualan masker di Etsy, melihat tren kasus Covid-19 yang menurun (kadang juga naik) serta terlambatnya saya memulai, bukan sejak awal pandemi, karena saya berniat mulai di tahun 2021, pasti sudah sulit untuk mendapatkan pembeli.

Selain itu, di grup Facebook penjual Etsy Indonesia juga merasakan pesanan menurun drastis dibandingkan tahun 2020 saat pandemi sedang ganas-ganasnya. Hal ini disebabkan saat pandemi sedang parah dan lockdown di mana-mana, minat orang berbelanja online cukup tinggi, apalagi orang luar negeri. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.

Apakah saya menyerah berjualan di Etsy? Tentu TIDAK.

Akhirnya saya ubah strategi saya dari yang awalnya mencari barang terlaris saat itu, menjadi barang yang mungkin akan laku sepanjang masa, jika tidak laku saat ini, mungkin tetap akan laku beberapa saat berikutnya, dengan modal yang awalnya saya kira Kecil.

Apakah itu?

Silahkan baca part dua Pengalaman Jualan di Etsy saya ini. Teman-teman wajib baca, karena poin penting dari pengalaman saya yang bisa dijadikan pelajaran teman-teman ada di artikel ini.
BACA JUGA: Pengalaman Jualan di Etsy Part 2

Penutup

Demikianlah pengalaman jualan di Etsy saya yang pertama. Semoga teman-teman dapat mengambil manfaat dari tulisan ini. Jangan lupa, teman-teman HARUS BACA Part 2 dari tulisan ini, karena akan ada pengalaman menarik dan bermanfaat lainnya yang bisa teman-teman ambil. Baca juga artikel tentang Etsy lainnya di Topik Etsy. Terima kasih.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan

Previous Post Next Post