Pengalaman Jualan di Etsy dan Cara Mendapatkan Pesanan Pertama Etsy Part 3

Selamat datang di AwResume. Kali ini, saya akan melanjutkan cerita pengalaman jualan di Etsy saya yang sebelumnya sudah saya tuliskan. Jika teman-teman belum membaca part-part sebelumnya, teman-teman bisa membuka Pengalaman Jualan di Etsy Part 1 dan Pengalaman Jualan di Etsy Part 2 terlebih dahulu. Teman-teman wajib baca part lainnya juga ya, karena di sana insyaallah teman-teman akan mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat sebelum memutuskan untuk memulai berjualan di Etsy.

BACA JUGA: Pengalaman Jualan di Etsy Part 1

BACA JUGA: Pengalaman Jualan di Etsy Part 2

Oke, sekarang, kita akan lanjut ke part 3. Pada cerita pengalaman saya kali ini, saya akan menceritakan bagaimana saya akhirnya mendapatkan orderan pertama saya, setelah sekian lama menunggu dan menghabiskan cukup banyak uang.

Pengalaman Jualan di Etsy

Daftar isi:

Melakukan Riset Produk

Masih belum mau menyerah di Etsy?

Sebenarnya saya sudah “hampir” menyerah. Namun, saya tetap berusaha mencari, meriset produk apa yang:

  • Saya bisa buat. Kenapa harus buat? Karena saya ingin mencoba mengurangi modal. Intinya, saya ingin membuat sesuatu yang mudah dan tanpa modal, namun laku di pasaran. Kalau biayanya rendah bahkan nol berarti keuntungan kita tidak perlu kita kurangi biaya produksi (kecuali biaya-biaya yang ada di Etsy)
  • Passion saya. Karena kalau sesuai passion, umumnya kita akan merasa enjoy dan menikmati proses, terutama pembuatan produknya tadi.
  • Peluang terjual banyak.
  • Saingan? Ya tetap banyak, karena mencari yang peluang terjualnya banyak. Kenapa tidak mencari yang saingannya sedikit? Karena kebetulan apa yang akan saya buat berikutnya adalah produk yang mungkin banyak orang yang bisa membuatnya dan juga banyak pula produk yang dijual di Etsy.

Jadi, teman-teman, saya akhirnya memutuskan untuk menjual sebuah produk digital. Sama seperti sebelumnya, di mana saya menjual template undangan yang juga merupakan template digital. Namun, kali ini saya akan membuat produk digital yang bisa saya buat sendiri.

Kebetulan, saya juga freelance desain grafis, saya membuka jasa saya di Fiverr. Insyaallah, berikutnya saya akan tuliskan juga pengalaman saya kerja freelance di Fiverr dan cara mendapatkan order pertama di Fiverr.

BACA JUGA: Cara Mendapatkan Pekerjaan Freelance di Internet

Kalau teman-teman cari, banyak juga yang menjual produk digital di Etsy, seperti desain dan lain-lain. Karena saya pikir, saya kan juga dikit-dikit bisa menggambar, akhirnya saya putuskan untuk masuk ke ranah tersebut. Produk digital yang saya pilih adalah Clip art atau gambar-gambar PNG SVG, EPS. Terdengar seperti jualan di Microstock bukan? Di Etsy pun banyak yang menjualnya, dan cukup laris.

Hal yang saya lakukan sebelum menentukan gambar apa yang akan saya buat, saya melakukan riset kecil-kecilan lagi. Yang saya lakukan di antaranya

  • Mencari tahu jenis gambar apa yang memiliki penjualan tinggi. Apakah logo template, apakah desain stiker, atau desain untuk print kaos.
  • Mencari tahu ada Event atau peringatan apa di sekitar tanggal saat saya akan membuat produk. Hal ini sangat penting untuk mendongkrak impresi dan menambah kunjungan orang-orang ke produk kita. Yang perlu jadi catatan, peringatan yang jadi patokan kita adalah peringatan-peringatan orang luar negeri, atau internasional, atau di Amerika sana. Biasanya orang-orang luar akan mencari barang terkait peringatan-peringatan yang sedang terjadi di sana
    Jadi, jangan membuat desain Ibu Kartini pas 21 April, atau yang temanya Agustusan. Hehe. 
  • Kemudian, ketika kita sudah menemukan produk-produk yang mencakup dua kriteria tadi, saya buka tokonya. Saya lihat berapa jumlah produknya, berapa harganya, komentar-komentarnya, sejak kapan berdirinya. Hal ini bertujuan untuk menentukan perkiraan apakah barang kita ini merupakan barang yang memang banyak dicari atau tidak.
  • Menentukan harga. Ini hal yang cukup tricky. Sebenarnya, yang jadi masalah di sini adalah produk-produk clip art memiliki harga yang “murah”. Kebanyakan orang menjualnya di kisaran 1 dollar, kalau bundle mungkin bisa sedikit dinaikkan. Ini yang perlu menjadi perhatian kita, mengingat masih ada biaya potongan di Etsy yang tidak murah.
  • Selanjutnya, lihat judulnya, deskripsi produknya. Catat kata kunci atau keyword penting. Lalu coba cari di etsy search.
  • Terakhir, saya menggunakan tools Etsy gratis yang bernama Alura untuk melihat tag dari produk2 yang memiliki penjualan tinggi.

Setelah itu, akhirnya saya buatlah gambar yang saya inginkan, berdasarkan hasil riset saya sebelumnya.

Kebetulan, saat saya buat produk, saat itu sedang dekat dengan peringatan Hari Ayah (Internasional ya, karena biasanya beda. Misal hari ibu di indonesia tanggal 22 Desember, tapi di luar negeri di minggu kedua bulan Mei). Jadi, saya buat lebih banyak produk gambar yang bertemakan Hari Ayah dan Ayah secara umum.

BACA JUGA: Pengalaman Kerja di Appen

Lalu, bagaimana hasilnya?

It works, teman-teman. Tapi, tentu menggunakan Etsy Ads. Namun bedanya, dengan ini, impresi produk jadi lebih banyak dan harapannya lebih dinotice pencari. Apakah ada pembeli? Belum.

Saya masih positif think dulu, semoga mendekati hari Ayah tersebut, ada yang tertarik untuk membeli gambar saya.

Pengalaman Order Pertama Etsy

Jujur, saya hampir putus asa lagi, karena tidak langsung mendapatkan order. Akhirnya, saya tinggalkan saja tokonya dan malas untuk melihat lagi.

Sampai pada suatu hari, saya sedang iseng membuka Email, kebetulan Email yang saya pakai untuk membuat akun Etsy. Saya menemukan satu Email yang menarik perhatian saya

Email Pesanan Baru dari Etsy

Ini isi emailnya

Isi Email Pesanan Pertama Etsy

Dalam hati, wah, akhirnya. Jadi ingin buru-buru cek ke toko. Dan benar saja, salah satu gambar saya laku terjual. Alhamdulillah.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Kerja di Appen

Lalu, apa yang harus saya lakukan untuk penjualan pertama saya?

Tidak ada. Ya, memang tidak ada, karena saya menjual produk digital, jadi produk akan diperbarui otomatis, tentu ada biayanya, 0,2 dolar. Tapi saya pikir, okelah tidak apa-apa, toh insyaallah nanti ada pesanan lagi yang “mungkin” akan menutup biaya-biaya yang ada.

Namun, lain halnya jika teman-teman menjual barang yang perlu pengiriman. Teman-teman harus segera menyiapkan barang dan pengiriman secepatnya agar tidak dapat komplain dari calon pembeli.

Setelah penjualan pertama ini, alhamdulillah ada produk lain yang terjual. Saya sangat senang saat itu dan berpikir mungkin inilah jalan saya.

Setelah kebahagian itu

Di balik kesenangan tadi, setelah beberapa hari, mungkin saatnya saya untuk “menyerah”

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, masalah yang timbul adalah akibat harga clip art yang rendah. Harga ini menyebabkan pendapatan yang didapat tidak bisa menutupi biaya Etsy. Apalagi ditambah biaya iklan harian. Mungkin ini kesalahan saya juga yang tidak menyiapkan modal dan mengantisipasi biaya yang ada. Karena awalnya, saya pikir jualan di Etsy akan mudah dan modal yang sangat sedikit. Ternyata tidak.

Selamat Tinggal Etsy…

Akhirnya, saya putuskan untuk berhenti berjualan di Etsy dan melanjutkan menulis blog ini serta kerjaan saya yang lainnya.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pertimbangan awal bagi teman-teman sebelum memulai berbisnis di Etsy.

Berikut saya berikan gambar sekilas stastistik toko saya.

Aktivitas Saya Selama di Etsy
Pendapatan Saya Selama di Etsy
Tagihan Saya Selama di Etsy (Jika lama tidak dibayar, toko kita disuspend selama kita tidak membayar dan tidak bisa dibuka atau dicari kecuali kita sudah bayar)

Akhirnya

Demikianlah kisah pengalaman jualan di Etsy saya. Mungkin, saya merupakan salah satu dari sekian orang, terutama orang Indonesia, yang kurang sukses di Etsy. Karena saya yakin, Allah pasti sudah memberikan rezeki kita dengan porsinya, tapi itu yang harus kita cari, mungkin di sini, atau kalau tidak, bisa jadi di sana. Tidak perlu takut.

BACA JUGA: Topik tentang ETSY

Bukan berarti, semua orang yang jualan di Etsy akan gagal, karena, ada banyak juga orang Indonesia yang bisa sukses menjual produk mereka di Etsy. Jadi, tetap semangat teman-teman.

Semoga, pengalaman kegagalan saya ini bisa memberikan pelajaran bagi teman-teman pembaca untuk bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan sebelum memulai usaha dengan baik. Terima kasih sudah membaca.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan

Previous Post Next Post